Sumber foto : media indonesia
Surakarta- Institut Seni Indonesia (ISI) kembali menggelar perhelatan budaya akbar bertajuk "Solo Menari 24 Jam" untuk memperingati Hari Tari Sedunia pada tanggal 29-30 April 2026. Acara ini berlangsung meriah dengan penampilan ribuan penari yang tampil silih berganti selama sehari semalam penuh tanpa henti di lingkungan kampus dan ruang publik Kota Solo.
Rektor ISI Surakarta menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni tari sekaligus memperkokoh posisi Surakarta sebagai kota budaya dunia. Melalui ajang ini, para seniman dari berbagai daerah diberikan ruang seluas-luasnya untuk mengekspresikan kreativitas dan menjaga kelestarian tradisi.
Acara dimulai tepat pukul 06.00 WIB dengan prosesi pembukaan yang menampilkan tari tradisional kolosal. Berbagai jenis tarian, mulai dari tari klasik, kerakyatan, hingga kontemporer, dipentaskan secara bergantian di beberapa lokasi strategis, seperti auditorium, pendopo, hingga jalanan kota.
Seluruh data mengenai jumlah peserta dan jadwal penampilan telah melalui proses verifikasi oleh panitia untuk memastikan keakuratan informasi. Sumber informasi resmi menyebutkan bahwa peserta tidak hanya berasal dari Solo, tetapi juga delegasi dari berbagai wilayah di Indonesia.
Suasana di lokasi terpantau sangat antusias hingga malam hari. Penonton dari berbagai kalangan memenuhi area pertunjukan untuk menyaksikan energi para penari yang tetap konsisten meski acara telah berlangsung belasan jam.
Sebagai informasi, Solo Menari 24 Jam merupakan agenda tahunan yang telah menjadi ikon pariwisata Jawa Tengah. Selain pertunjukan utama, acara ini juga dimeriahkan dengan bazar produk kreatif dan diskusi seni yang melibatkan akademisi serta praktisi tari nasional.
Sumber: Humas ISI Surakarta, portal berita Antara News, laman Solopos, -Revalia
Editor , udzma
Artikel ini adalah tugas mata kuliah jurnalistik online Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unissula.
